Soal Rezeki, Pilih Mana : Kepastian atau Ketidakpastian?

ketidakpastianSoal Rezeki, Pilih Mana : Kepastian atau Ketidakpastian? Sebuah pertanyaan aneh karena saya yakin kalau soal rezeki pasti serentak memilih “kepastian”. Mana ada yang mau rezeki yang tidak pasti. Tetapi, ternyata anda keliru. Karena cara kerja rezeki lebih cocok dan berkorelasi dengan ketidakpastian. Karena kalau sesuatu itu pasti, apakah rezeki, jodoh, dan maut, maka kita pasti akan optimal ibadah dan ikhtiarnya. Nah, sekarang kalau rezeki kita sudah pasti di ketahui setiap bulan, maka kita mungkin akan santai-santai saja menjalani hidup, toh sudah pasti rezekinya. Benar, tidak?

Bayangkan saja, kalau rezeki anda sudah ketahuan. Sudah pasti jumlahnya. Maka, Apakah anda masih giat bekerja, atau shalat Dhuha? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Yang pasti kepastian itu akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ikhtiar dan doa kita.

Bayangkan, jodoh anda sudah ketahuan. Sudah pasti orangnya. Apakah anda masih mau berusaha? Apakah anda masih mau shalat hajat?

Bayangkan maut anda sudah ketahuan. Sudah pasti tanggalnya. Kalau sakit apakah anda masih mau berobat? Masihkah mau berikhtiar?

Ketidakpastian adalah Rahmat

Ketidakpastian adalah rahmat karena Dengan begitu, anda pun optimal dalam berikhtiar dan beribadah. Celakanya, sebagian besar orang malah menyukai kepastian, tidak cocok dengan cara kerja rezeki. Menurut sebagian kecil orang, orang kananlah yang ternyata menyukai ketidakpastian. Konon, kenyataannya hanya orang-orang kanan yang menguasai dunia saat ini.

Pekerjaan yang Cocok dengan ketidakpastian adalah Wirausaha

Pekerjaan yang cocok dengan ketidakpastian adalah Wirausaha. Adapun beberapa pertimbangan, kenapa saya merekomendasikan wirausaha adalah pertama, wirausaha adalah profesi yang di lakoni oleh Nabi kita Rasulullah SAW, dan para Sahabat Beliau.

Kedua, jika kita menjadi karyawan, maka kita bekerja untuk mendapatkan uang. Sementara jika kita berwirausaha, maka kita berusaha membangun aset untuk pada akhirnya mendapatkan uang. Artinya, sekalipun kita tidak lagi bekerja, tetapi, kita masih tetap mendapatkan uang dari aset yang telah kita bangun. Dengan kata lain, uang yang bekerja untuk kita. Karena itu, seorang wirausaha sangat memungkinkan untuk mendapatkan ledakan eksponensial dalam penghasilannya.

Ketiga, fakta membuktikan bahwa orang-ornag terkaya di dunia di duduki oleh para wirausahawan, sebagai contoh adalah Warren Buffet, dan Bill Gates, dan masih banyak lagi.

Keempat, wirausaha adalah profesi yang bisa mengembangkan potensi, dan kreativitas kita. Dunia wirausaha menuntut kita untuk terus belajar tiada henti, dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun.

Kelima, untuk menjadi wirausaha, tidak perlu menunggu gelar apa pun. Sebagai contoh adalah Andri Wongso, seorang pengusaha dan motivator sukses yang tidak pernah lulus sekolah dasar. Bahkan, Bill Gates, orang yang pernah menduduki peringkat orang terkaya di dunia (setelah posisinya di kalahkan oleh Carlos Slim) adalah orang yang tidak pernah menyelesaikan kuliahnya di Harvard University.

Dan Jelaslah sudah sifat wirausaha adalah ketidakpastian. Ya, serba tidak pasti penghasilannya. Tidak pasti banyak, juga tidak pasti sedikit, tetapi yang penting tidak pasti sedikit? Pilih mana tidak pasti sedikit atau tidak pasti banyak, atau hanya satu pilihan, yaitu pasti sedikit. Saya yakin, anda sudah tahu jawabannya.

Ketidakpastian adalah rezeki yang tidak di sangka-sangka

Bagaimana pun juga dalam Alquran, Allah bahkan akan menjanjikan rezeki yang tidak di sangka-sangka (tidak pasti) bagi yang berikhtiar, berdoa, beramal, dan bertawakal. Jadi, bersabarlah untuk mendapatkan rezeki yang di penuhi oleh ketidakpastian ini 🙂

So, Pilih mana kepastian atau ketidakpastian? Terserah anda 😀

Semoga bermanfaat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *