Salahkah Bercita-Cita Menjadi Kaya?

bercita cita menjadi kayaSalahkah kita bercita-cita menjadi kaya? Tentu saja tidak. Seorang muslim sangat di anjurkan untuk menjadi kaya. Siapa yang tidak mau menjadi jutawan atau miliarder? Semua orang pasti menginginkannya. Semua orang baik laki-laki maupun perempuan ingin kaya. Semua orang dengan uang berlimpah bisa membeli apa pun yang dia inginkan. Dia bisa membeli rumah mewah, mobil mewah, pesawat pribadi, dan lain-lain yang dia butuhkan.

Kalau dia ingin baju yang bagus dia tinggal membelinya di toko ternama. Pokoknya apa pun yang inginkan, dia dapat memenuhi kebutuhannya. Terlebih lagi dia punya banyak waktu untuk melakukan apa pun. Termasuk beribadah kepada Allah SWT.

Lalu, bagaimana dengan nasib orang miskin. Jangankan untuk beli baju bagus atau rumah mewah, buat makan aja susah. Karena dia miskin sehingga hidupnya hanya untuk bekerja saja. Sampai-sampai tidak punya waktu untuk beribadah.

So, Salahkah kita bercita-cita menjadi kaya ? Tidaklah salah jika kita bercita-cita menjadi kaya. Tetapi, yang perlu kita tahu adalah kekayaan dan kemiskinan sama-sama ujian dari Allah.

Islam mengajarkan kita untuk menjadi orang kaya yang saleh. Sebagai contoh adalah Nabi Muhammad adalah orang yang sangat kaya demikian juga para sahabat. Selain kaya mereka juga berprestasi sehingga memberikan manfaat bagi umat manusia. Dan walaupun mereka kaya hidup mereka sederhana.

Semua kekayaan di dunia ini adalah milikNya. Dan kita sebagai hambaNya harus dapat memanfaatkannya dengan cara yang halal. Kemudian membelanjakannya dengan cara yang halal juga. Dan juga harapannya semua itu mendapat Ridho dari Allah.

Jadi, sama sekali tidak salah jika kita bercita-cita menjadi kaya

Sebagaimana ayat di bawah ini, maka tidak salah jika kita bercita-cita menjadi kaya.

“Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu aku tunjukkan semacam perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari siksaan yang amat pedih? “Perniagaan itu ialah: kamu tetap beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Iman dan berjihad itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Jika kamu berbuat demikian, Tuhan akan mengampuni dosa-dosamu, dan sekaligus memasukkanmu ke dalam surga yang banyak mengalir sungai-sungai di bawahnya, serta menempatkanmu pada tempat tinggal yang mewah di taman firdaus yang abadi. Itulah keberuntungan yang gemilang. (QS. Ash Shaf (61) : 10-12)

Ayat di atas dengan jelas menegaskan bahwa jaminan keselamatan dari azab yang pedih, dan tempat tinggal di surga dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya adalah di peruntukkan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, kemudian berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa.

Berarti untuk bisa memperjuangkan agama Allah dengan harta dan jiwa, maka idealnya kita harus memiliki harta yang banyak. Dengan kata lain kita di perintahkan untuk kaya.

Orang kaya memiliki potensi yang besar untuk bersedekah, berinfak, dan berjuang di jalan Allah dengan harta mereka sebagai tabungan untuk kehidupan akhirat.

Apa Ujian Orang Kaya?

Tetapi Anda perlu ingat kaya itu juga banyak ujiannya. Godaan pertama adalah orang kaya biasanya ada keinginan untuk menampakkan kekayaannya atau lebih di kenal dengan sebutan pamer. Berbagai cara di lakukan agar orang lain tahu dia memiliki segalanya.
Coba kita tengok Nabi Sulaiman , Beliau seorang kaya raya, Namun kemuliaannya sungguh luar biasa. Akhlaknya lebih tinggi daripada kekayaannya.

Kesimpulan bercita-cita menjadi kaya :

1.Kita sebagai seorang muslim sangat di anjurkan untuk kaya. Dengan kekayaan maka kita dapat membangun kebahagian dunia dan akhirat.

2.Kekayaan dan kemiskinan sama-sama ujian dari Allah, kita tetap harus selalu berlindung pada Allah dari kesesatan karena kekayaan dan kemiskinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *