Hari Ini Gerhana Bulan Total 2018, Begini Cara Shalat Gerhana dari Kemenag

cara shalat Gerhana Bulan Total 2018
Sumber foto: http://cdn2.tstatic.net

Sudah lama sekali tidak menulis di blog yang begitu sederhana ini. Hal ini dikarenakan saya benar-benar disibukkan menulis 10.000 artikel untuk blog toko herbal online saya. Alhasil, blog ini sangat jarang sekali update. Namun, karena begitu lamanya tidak update rasanya ingin sekali menulis kembali secara rutin disini.

Kebetulan, ada yang lagi trens nih hari ini. Tidak lain dan tidak bukan adalah tentang gerhana bulan total 2018 yang kabarnya akan berlangsung hari ini rabu, 31 januari 2018. Awalnya anda bisa melihat gerhana bulan ini sebagian pada pukul 18.48 WIB.

Lalu sekitar pukul 19.51 WIB mulai gerhana bulan total dan berakhir sekitar pukul 21.07 WIB. Kemudian pada pukul 22.11 WIB Anda bisa menyaksikan akhir gerhana bulan sebagian.

Kabarnya, gerhana bulan yang akan terjadi hari ini sangat langka, pasalnya baru terjadi kembali dalam kurun waktu 152 tahun dimana kejadian itu akan mengombinasikan tiga fenomena alam secara bersamaan, yaitu blue moon (bulan biru), super moon (bulan super besar) dan total lunar eclipse (gerhana bulan total). Wah, keren ya!

Karenanya, anda seharusnya tidak melewatkan momen spesial ini. Sekiranya, anda tidak bisa melihatnya langsung, setidaknya anda bisa memanfaatkan momen ini dengan cara melakukan shalat gerhana bulan.

Gerhana bulan dalam bahasa arab disebut juga dengan “khusuf”. Saat terjadi fenomena gerhana bulan umat muslim dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunah dua rakaat atau shalat sunah khusuf. Shalat sunah ini terbilang sunah muakkad.

Secara umum pelaksanaan shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti shalat Idul Fitri atau shalat Idul Adha di masjid jami.

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Bagaimana cara shalat gerhana bulan? Secara umum pelaksanaan shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti shalat Idul Fitri atau shalat Idul Adha di masjid jami.

Hanya saja bedanya, setiap rakaat shalat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk. Sedangkan dua khutbah setelah shalat gerhana matahari atau bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua shalat Id.

Adapun untuk niat shalatnya adalah sebagai berikut:

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Sedangkan secara teknis, shalat sunah gerhana bulan adalah sebagai berikut:

1. Takbiratul Ihram, yaitu bertakbir sebagaimana salat biasa

2. Membaca doa iftitah, alfatihah, dan surat yang panjang dengan jahr (atau dikeraskan suaranya)

3. Ruku sambil memanjangkannya

4. I’tidal

5. Membaca kembali surat alfatihah, surat alquran yang panjang

6. Ruku kedua dengan panjang yang lebih pendek dari ruku pertama

7. Bangkit dari ruku (I’tidal)

8. Sujud

9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud kedua

11. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama. Hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya

12. Tasyahhud Akhir

13. Salam

Setelah itu imam menyampaikan kepada jemaah tentang materi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristigfar, dan bersedekah.

Itulah sekilas informasi tentang cara shalat gerhana bulan 2018 ini. Sebagai seorang muslim atau muslimah, menunaikan sunah adalah sebuah ibadah tambahan yang seharusnya tidak kita lewatkan. Termasuk untuk shalat gerhana ini. Yuk shalat sunah gerhana bulan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *