Cerita Sukses Sang Pendiri Facebook

Cerita-Sukses-Sang-Pendiri-Facebook
Cerita-Sukses-Sang-Pendiri-Facebook
Saya yakin, hampir semua orang sekarang menggunakan facebook. Dari remaja sampai orang tua. Lalu, siapa kah orang di balik kesuksesan facebook ini? Dia adalah Mark Zuckerberg. Pemilik facebook Mark Zuckerberg belumlah berusia 25 tahun, tetapi ia telah membuktikan bahwa tidak memerlukan bertahun-tahun pengalaman kerja untuk meraih sukses.

Facebook telah memiliki anggota lebih dari 400 juta orang. Tentunya Facebook tidak begitu saja menjadi besar dan sukses seperti saat ini. Pasti ada hal-hal khusus pada Mark Zuckerberg (Zuck) pendiri sekaligus pemilik facebook terutama dalam memimpin perusahaannya.

Mark adalah anggota Alpha Epsilon Pi. Pada awalnya Mark Zuckerberg hanyalah seorang mahasiswa dari Universitas Harvard. Mark lalu membuat suatu sistem jejaring sosial untuk kelasnya. Tetapi setelah ia membuat sistem tersebut, ternyata semakin banyak saja orang yang tergabung didalamnya. Sistem itu lama-kelamaan telah menjaring universitas terdekat dari tempatnya kuliah, dan inilah awal dari Facebook yang kita kenal saat ini.

Facebook diluncurkan dari kamar asrama Harvard pada tanggal 4 Februari 2004. Facebook dimulai hanya sebagai “barang Harvard” sampai akhirnya Zuckerberg memutuskan untuk menyebarkan ke sekolah lain, mendaftar dengan bantuan dari teman sekamarnya Dustin Moskovitz.

Pada 2006, Mark membuat dunia terheran dengan menolak tawaran Yahoo untuk membeli Facebook seharga 1 juta dolar. Setahun kemudian, Microsoft menginvestasikan ke 1,6 persen saham perusahaan seharga $240 juta dolar.

Di era informasi seperti sekarang ini banyak orang muda yang memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan dengan cara berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Salah satu contoh adalah Mark Zuckerberg ini.

Cerita sukses sang pendiri facebook ini patut di tiru. Tentunya Mark telah mengalami berbagai macam masalah di balik kesuksesannya tersebut. Seperti adanya tuntutan hukum atasnya. Apa rahasia suksesnya? Jawabannya adalah kerja keras. Tetapi kerja kerasnya benar-benar patut di acungi jempol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *