• Follow us : Facebook Google+ RSS Feed
Home » Manajemen Qolbu » Bagaimana Mengikhlaskan Masa Lalu Kita?

Bagaimana Mengikhlaskan Masa Lalu Kita?

Janet's Rich Banana Bread Recipe Bagaimana Mengikhlaskan Masa Lalu Kita?
58

mengikhlaskan masa laluMengikhlaskan masa Lalu, bagaimana caranya? Ada kah yang masih tersisa dari masa lalu Anda? Yang pasti Masa lalu itu tidak akan pernah bisa Anda dapatkan lagi. Walau pun kita berdoa hingga menangis darah sekalipun masa lalu tidak akan pernah kembali.

Namun, Lihatlah diri Anda..

Terkadang Anda tersenyum-senyum sendiri mengingat kenangan masa lalu. Di masa-masa Anda dengan teman-teman SMU Anda. Di masa-masa Anda dengan teman kuliah Anda. Atau di masa Anda dengan kekasih tercinta Anda. Pikiran Anda mendarat di masa lalu, ketika Anda ketawa bersama-sama sahabat Anda. Ada banyak kebahagiaan di mata Anda dan teman Anda pada waktu itu. Kemudian Anda mulai sadar dan berkata “Andai saja masa lalu bisa terulang lagi”. Kemudian Anda teringat lagi dengan masa lalu, dimana pada saat itu Anda sedang menangis karena kehilangan seorang sahabat, Anda menangis karena teman-teman Anda meninggalkan Anda. Anda menangis karena cinta Anda di tolak mentah-mentah oleh orang yang mungkin Anda cintai. Kemudian air mata Anda pun menetes dan Anda pun larut dalam kesedihan menangisi kenyataan pahit di masa lalu dan itu Anda lakukan sekarang, di saat apa yang Anda tangisi adalah sejarah! Saya tidak menyalahkan Anda, karena saya sendiri pernah mengalami hal tersebut. Dan boleh jadi itu memang sifatnya manusiawi. Namun, Coba Anda dan saya renungkan! Apa yang sudah terjadi di masa lalu tidak akan pernah kembali lagi pada Anda sekarang. Apakah Anda sudah mengenyam kebahagiaan atau pun penderitaan. Keduanya hanya sejarah bagi Anda. Bahkan peristiwa yang sudah terjadi semenit yang lalu pun sudah menjadi masa lalu.

Mengikhlaskan masa lalu itu memang sulit

Meskipun sulit tetapi haruskah Anda menangisi peristiwa yang sudah terlewat? Atau haruskah Anda tertawa pada kebahagiaan masa lalu? Hidup Anda adalah jam ini, menit ini, dan detik ini. Kalaupun Anda memang ingin bersedih, maka sedihkan lah pada hal-hal yang terjadi sekarang pada diri Anda.

Haruskah kita melupakan masa lalu?

Tidak ada orang yang bisa melupakan masa lalu. Bahkan rasulullah, junjungan kita yang agung, juga tidak bisa melupakan masa lalu beliau. Gambaran tentang kehidupan beliau di waktu kecil, seperti ketika di ajak berziarah oleh ibunya ke makam ayahnya, kematian sang ibu, kematian sang paman, hingga kisah cinta beliau pada Khadijah tidak bisa beliau lupakan. Jadi, siapa pun di dunia ini tidak akan pernah bisa melupakan masa lalu kecuali Anda hilang ingatan. Jadi, kita tidak harus melupakan masa lalu kita, tetapi juga tidak perlu di ingat-ingat terus.

Mengikhlaskan masa lalu

Anda harus mengikhlaskan masa lalu Anda! Karena kita sadar bahwa masa lalu tidak bisa di lupakan, tetapi, meskipun tidak bisa di lupakan, itu tidak berarti masa lalu harus di ingat-ingat terus. Masa lalu bukan untuk di lupakan sekaligus bukan untuk di ingat-ingat. Satu-satunya jalan yang harus di tempuh adalah mengikhlaskan masa lalu. Ya, ikhlas pada semua yang sudah terjadi pada diri Anda. Sedih atau gembira, sengsara atau bahagia yang sudah terjadi, ikhlaskan lah! Mengikhlaskan masa lalu sebagai kenyataan yang sudah terjadi. Cukuplah Anda memberikan kesempatan pada diri Anda di masa lalu untuk memberikan kesedihan dan kegembiraan, hanya pada masa lalu itu saja, dan bukan untuk yang sekarang. Ayo sekarang Anda dan saya mencoba untuk mengikhlaskan masa lalu! Jangan pernah di ungkit-ungkit lagi. Ambillah pelajaran darinya. Jadilah diri Anda seperti saat ini. Tatap masa depan. Jangan berpaling ke masa lalu. Kecuali hanya untuk mengambil hikmah dan pelajaran darinya. Ikhlaskan masa lalu, tatap masa depan dan raih kehidupan yang lebih baik dengan optimis.

Cara Mengikhlaskan Masa Lalu?

Bagaimana mengikhlaskan masa lalu? Caranya adalah dengan memperbanyak menatap masa depan dan perbanyak bersyukur. Semakin sering bersyukur dengan merasakan dan memikirkan hal yang baik maka akan lebih mudah untuk sering melihat masa depan dibandingkan menyapa masa lalu. Dengan menatap masa depan dan memperbanyak bersyukur maka Anda akan belajar untuk lebih banyak tersenyum bahwa hidup itu ternyata indah dan selayaknya Anda syukuri dari pada harus menangisi hal-hal yang sudah menjadi sejarah buat Anda. So, ikhlaskanlah masa lalu itu. Perbanyaklah bersyukur. Lambat laun kita akan bisa megikhlaskan masa lalu!

Incoming search terms:

Related Posts

One Response

Leave a Reply

 
© 2013 · RSS · Designed by Indowebthemes
Get up to speed fast on article spinner : risk free trial
Plugin from the creators of Brindes Personalizados :: More at Plulz Wordpress Plugins

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin